Kata-kata Mutiara Penyejuk Jiwa

Kata-kata Mutiara Penyejuk Jiwa

Kata-kata Mutiara dan Motivasi - Jiwa sepertilah sebuah ladang, yang harus disirami oleh tetesan hujan hikmah dan nasehat, sehingga tidak gersang serta tandus. Betapa merananya jiwa-jiwa yang gersang, karena sesungguhnya jiwa yang tandus tak akan mampu merasakan arti kebahagiaan dan merasakan inti kehidupan.
Jika kita melihat padang pasir yang tandus, terbalut debu-debu duniawi yang menutupi cahaya sejati jiwa, maka kita akan mengerti, betapa nasehat dan kata kata mutiara untuk mengingatkan arti kehidupan kita sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa kata mutiara yang untuk direnungkan di dalam hati dan jiwa;

Kehidupan itu sebenarnya berada diantara dua hal yang sangat menakutkan, yaitu dosa-dosanya di masa lalu,  yang ia tak tahu apa yang akan diperbuat Allah atasnya kelak, dan sisa umurnya yang ia tak tahu apa yang akan terjadi.

Bodohkah kita? Saat kita begitu memperdulikan makanan jasmani yang masuk kedalam diri kita, menolak dan berpantangan masuk kedalam perutnya terhadap makanan yang mampu merusak tubuh, namun membiarkan masuk makanan-makanan rohani yang bisa merusak jiwa.

Sesungguhnya dihari ketika semuanya diciptakan berpasangan, maka dipasangkanlah kemalasan dengan kelemahan, dan dari keduanya lahirlah kemelaratan.
Saat kita takut akan sakitnya panas api, kenapa kita membiarkan bara api kemarahan dan kebencian menyakiti jiwa kita?

Jauhkan dirimu dari hutang, karena hutang membuat hati resah di malam hari, dan membuat rendah diri di siang hari.
Jangan sibukkan hati kalian dengan duka cita masa lalu, karena dengan itu kalian akan kehilangan keceriaan dan kebahagiaan di masa depan.

Kecerobohan dan ketergesa-gesaan adalah sebuah penyakit jiwa, karena mereka akan segera merasakan penyesalannya.
Sesungguhnya Allah menurunkan kekayaan, kekuasan dan bencana sebagai ujian bagi orang-orang yang mau berpikir. Namun kekayaan, kekuasaan dan bencana akan menjadi musibah bagi orang-orang bodoh dan keras hati.

Meminta kepada orang lain adalah penistaan dalam kehidupan, merusak kebersahajaan, merendahkan martabat manusia, dan merupakan bentuk kemiskinan yang diberikan manusia pada dirinya sendiri.
Orang bijaksana bukanlah orang yang mampu menghentikan perang dua negara, bukanlah orang yang mampu meredakan hati segerombolan manusia yang tengah dibakar api amarah, namun orang bijaksana adalah orang yang mampu menempatkan segala sesuatu di tempat yang semestinya.

Jadilah seperti sebuah pohon kurma, yang apapun setiap bagian darinya adalah selalu memberikan manfaat dan keuntungan.
Ada enam hal yang tidak ada pada diri orang-orang yang dikasihi Allah : kekerasan hati, keluh kesah, kekakuan, kedengkian, dusta dan ketidakadilan.

Ketika kalian melihat seseorang mencari-cari dosa orang lain dan meributkannya, namun melupakan dosanya sendiri, ketahuilah bahwa orang tersebut tengah berada dalam hukuman Allah.
Belum ada didunia ini kepastian tanpa sedikitpun keraguan seperti hal nya Kematian. Namun begitu banyak manusia yang ragu-ragu dan lupa bahwa hal itu akan segera menimpa dirinya, tanpa pemberitahuan, cepat.. atau lambat.

Bunga yang indah hanya tumbuh diatas tanah yang lembut, bukan diatas batu. Begitu pula ilmu dan kebijaksanaan, hanya tumbuh dihati orang-orang yang merendahkan diri, bukan di hati orang-orang yang congkak dan keras hati.
Lidah adalah ukuran untuk menilai kesombongan dan kebodohan, dan timbangan untuk mengetahui kecerdasan dan kebijaksanaan seseorang.


Bersyukurlah jika hal ini terjadi pada hati anda : anda merasa bahagia saat mengerjakan amal baik, dan anda merasakan kegelisahaan saat mengerjakan perbuatan buruk. Itu menandakan bahwa hati anda masih hidup dan anda masih disayangi oleh Allah


Sumber: www.poztmo.com
Share on Google Plus

About Unknown

Satrio Utama Nopenri (Rio Anderta)
Kontak:
FB: https://www.facebook.com/RioAnderta
Twitter: @Anderta
Instagram: rioanderta
Email: rioanderta90@gmail.com

0 comments:

Post a Comment