Minggu, 09 Maret 2014

Belajar dari Ulat

Belajar dari Ulat 


Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar,  menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna hijau, sehijau dedaunan untuk kamu flase, binatang tersebut adalah Ulat.

Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas begitu saja karena ulah sang Ulat.

Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah sang Ulat tersebut atau sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah? Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang Ulat memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud Ulat yang lemah dan lunak tubuhnya.

Melihat dari akibat yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter Ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan tanaman kita, seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.

Dalam menjalani misinya sang Ulat tak membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang Ulat baru berhenti ketika sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan kepompong yang sempit dan gelap.

Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor Ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan perilaku yang baru dan sama sekali berubah.

Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat Ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi Ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar-kejar oleh deadline sehingga sang Ulat tak pernah beristirahat ejenakpun untuk terus melahap dedaunan.

Berpacunya sang Ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang Ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang Ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.

Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga pada hewan- hewan yang mengalami musim dingin.Dimana untuk menghadapi masa sulit di musim dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.

Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah semangat yang luar biasa selayaknya Ulat yang telah menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain- main, selayaknya tertipu oleh permainan yang sangat melenakan.

Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.

Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang bernama Ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan.


Sumber: http://ceritamotivasiterupdate.blogspot.com


                                                                                        

Senin, 03 Maret 2014

Cara Menambah Bahasa Arab di Windows 8 untuk mengetik arab


Cara Menambah Bahasa Arab di Windows 8 untuk mengetik arab
by
Rio Anderta


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

Terima kasih buat sobat semua yang telah berkunjung pada blog yang sederhana ini, kali ini saya menulis artikel yang berjudul Cara Menambah Bahasa Arab di Windows 8 untuk mengetik arab. Sobat semua tutorial menambahkan bahasa arab ini, juga dapat digunakan untuk menambahkan bahasa lainnya sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

Tutorial pemasangannya:

1. Control Panel, selanjutnya klik add a language
 

2. klik add a language


3. Klik Arabic


 4. Klik  Arabic (saudi arabia)


5. selesai

Thanks You For Visiting | Jangan Lupa Comment ya....!

Jumat, 21 Februari 2014

Kumpulan Foto-foto / Gambar-gambar Unik, Gokil, lucu Keren dan Penuh Makna

Kumpulan Foto-foto / Gambar-gambar Unik, Gokil, lucu, Keren dan Penuh Makna


Sesuaikan Keinginan dan Kemampuan

Seperti inilah manusia saat ini



Pertikaian yang takkan pernah terhapus dari dunia ini
kedamaian hanya impian dan akan terwujud hanya di surga

 Sesulit apa pun hidup mesti dinikmati dengan keceriaan


Foto-foto / Gambar-gambar Unik, Gokil, lucu, Keren dan Penuh Makna

Sabtu, 15 Februari 2014

Untaian Mutiara Luqman Al-Hakim (QS Luqman,31:12-34)



Welcome to Mata Air Ilmu | Center of Excellence


Untaian Mutiara Luqman Al-Hakim (QS Luqman,31:12-34)



  • Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
  • Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
  • Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
  • Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
  • (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
  • Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
  • Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
  • Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
  • Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni`mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
  • Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?
  • Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.
  • Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
  • Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
  • Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab : "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
  • Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
  • Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
  • Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  • Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
  • Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan ni`mat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.
  • Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.
  • Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
  • Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
 
Thanks You For Visiting | Jangan Lupa Comment ya....!

Minggu, 08 Desember 2013

Ibnu Sina Bapak Kedokteran Dunia


Ibnu Sina
Bapak Kedokteran Dunia


Kontribusi terbesar Sina dalam bidang kedokteran terutama bisa dilihat dari bukunya yang terkenal, Al-Qanun fi AI-Tibb. Kitab itu di Barat lebih dikenal sebagai The Canon of Medicine. Tidak ada satu rujukan pun dalam ilmu kedokteran yang tidak mengambil rujukan dari Sina. Pada masa mudanya, dia telah memperlihatkan bakat yang luar biasa dalam bidang kedokteran. Dan ketika itu dia cukup kondang di kampungnya sebagai tabib muda.
Pada usianya yang ke-17, Sina berhasil menyembuhkan Nuh Ibnu Mansur, seorang raja di Bukhara. Mirip dongeng, saat itu semua tabib terkenal yang diundang ke istana angkat tangan tak bisa menyembuhkan sang raja. Dalam masa penyembuhan, Raja Mansur berkeinginan memberi Sina hadiah, tetapi tabib muda itu hanya berhasrat untuk diizinkan 'melahap' semua buku di perpustakaan istana.
Sina memulai pengembaraannya dari Jurjan. Ini dilakukan setelah kematian ayahnya dan bertemu dengan sebayanya yang sangat dikenal pada masa itu, yakni Abu Raihan Al-Birruni. Lalu ia berpindah ke negeri Rayy dan menuju Hamadan. Di Hamadan ini ia menulis buku fenomenalnya Al Qanun fi Al-Tibb. Di kota ini pula, dia menyembuhkan Raja Hamadan, Shams Al-Daulah, dari penyakit perut kronis. Dari Hamadan kemudian ia berpindah ke Isphanan (sekarang Iran), yang menjadi tempat untuk menyelesaikan risalah-risalah monumentalnya.
Karakteristik paling mendasar dari pemikiran Ibnu Sina adalah pencapaian definisi dengan metode pemisahan dan pembedaan konsep secara tegas dan keras sehingga mampu mengusik temperamen modem, la mengemukakan secara berulang-ulang pada setiap kesempatan tentang pembuktian pemikirannya dalam hal dualisme tubuh dan akal, doktrin universal, serta teori tentang esensi dan eksistensi.
Keaslian pemikiran Sina rupanya bukan saja menghadirkan keunikan sekaligus kekaguman dunia Islam pada abad pertengahan. Orde dominikan dan masa Teologi Barat memperoleh pengaruh kuat dari pemikiran­nya. Perumusan kembali Teologi Katolik Roma yang digagas Albert Agung dan terutama oleh Thomas Aquinas secara mendasar dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Sina.
Penerjemah De Anima, Gundisalvus menulis bahwa De Anima yang sebagian besar isinya merupakan pengambilan besar-besaran doktrin-doktrin Sina. Demikian juga, para filsuf dan ilmuwan abad pertengahan seperti Robert Grosseteste dan Roger Bacon yang menginternalisasikan sebagian besar pemikiran Ibnu Sina.
Untuk memahami teologi dan metafisika Aquinas, setiap orang pasti harus merujuk pada pemahaman jasa pemikiran yang diterimanya dari Ibnu Sina. Semua orang dapat melihat pengaruh filsuf besar muslim ini dalam karya Aquinas, Summa Theologica dan Summa Contra Gentiles yang merupakan karya terbesarnya.
Kitab Qanun fi al-Tibb atau The Canons of Medicine karangan Sina telah menjadi ensiklopedi terlengkap dan terbesar di bidang kedokteran, yang memuat jutaan istilah. Di dalamnya termuat risalah pengobatan yang merupakan perpaduan dari sumber-sumber pengobatan kuno dan tabib muslim. Ibnu Sina tidak sekadar memadukan, tetapi juga memberi semacam kontribusi orisinal. Selain berisi pengobatan-pengobatan dengan cara umum, kitab itu juga memuat nama obat-obatan (ada 760 macam), jenis-jenis penyakit yang menjangkiti seluruh tubuh mulai dari kepala sampai kakiterutama bidang farmakope dan patologi.
Kitab Qanun sangat dikenal juga sebagai kitab kedokteran paling otentik di dunia, sangat banyak memuat penemuan-penemuan Sina di bidang anatomi, yang masih dipakai hingga kini. Sina pula yang pertama kali dapat mengenali muasal terjadinya penyakit menular, seperti phtisis dan TBC. Penyakit ini disebarkan melalui air dan tanah, serta kaitan antara kesehatan dan kondisi psikologis. Dia juga orang pertama yang dapat menjabarkan gangguan miningitis (radang otak). Dan ilmuwan pertama yang mampu menjabarkan anatomi mata berikut perangkat sistem optiknya.
Pada abad ke-12, Qanun (Canon) telah diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona. Kitab ini kemudian menjadi buku panduan utama di sekolah-sekolah kedokteran di Eropa. Dalam perkembangannya selama tiga belas tahun lebih, buku ini telah diterbitkan sebanyak 15 kali16 kali dalam bahasa Latin dan satu kali dalam bahasa Yahudi.
Bahkan, pada abad ke-16 buku tersebut telah dicetak kembali lebih dari 20 kali. Tahun 1930, Cameron Gruner, secara berjilid menerjemahkan kitab ini ke dalam bahasa Inggris, yang diberinya judul A Treatise on the Canons of Medicine of Avecienna. Dari abad ke-12 sampai ke-17, kitab Qanun telah menjadi 'guru pembimbing' bagi ilmu kedokteran di Barat. Dr. William Osier, penulis buku The Evolution of Modern Science, menulis, "Qanun telah mewariskan sesuatu dan menjadi, seperti kitab suci dunia kedokteran dalam jangka waktu sangat lama, melebihi buah karya apa pun di jagat ini."
Kitab Ibnu Sina lainnya, seperti Kitab Al-Shifa (Buku Penyembuhan) adalah ensiklopedia filsafat, yang membahas sangat banyak lingkup pengetahuan dari filsafat sampai ilmu pengetahuan. Filosofinya berhasil mempersatukan tradisi Aristotelian, pengaruh neoplatonik dan teologi Islam. Dalam bahasa Latin, kitab ini disebut Sanatio. Selain Shifa, risalah filsafatnya yang juga cukup dikenal adalah Al-Najat dan Isharat. Dalam kedua risalahnya itu, Sina memadukan dua kategori utama dalam filsafat, yakni antara pengetahuan teoritis dan pengetahuan praktis.
Dalam bidang kimia, Sina tidak percaya pada kemungkinan terjadinya transmutasi kimia pada bahan metal. Pandangannya ini secara radikal bertentangan dengan keumuman yang berlaku saat itu. Risalahnya dalam penelitian mineral merupakan salah satu sumber utama yang sering menjadi rujukan para ensiklopedis teologi Kristen pada abad ke-13. Kebesaran figur Ibnu Sina kini diabadikan menjadi nama sebuah auditorium besar pada fakultas kedokteran Universitas Paris, Prancis.
Ibnu Sina yang tak pernah bisa betah berdiam di suatu tempat, menjelajah ke berbagai negeri sambil mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat itu, akhirnya mengalami semacam kelelahan mental hebat. Pada saat itu, banyak terjadi kerusuhan politik di negeri yang ia tinggali sehingga kesehatannya terganggu. Setelah kembali ke Hamadan, Sina meninggal dunia pada tahun 1037 M.


sumber: Edi Warsidi.2007. Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia. Bandung: ARMICO



Thanks You For Visiting | Jangan Lupa Comment ya....!

Jumat, 06 Desember 2013

Al-Kindi Saintis Serba Bisa


Welcome to Mata Air Ilmu | Center of Excellence

Al-Kindi Saintis Serba Bisa


Di kalangan sarjana muslim atau sarjana Barat, AI-Kindi dikenal sebagai saintis serba bisa. Betapa tidak, ilmu pengetahuan dari kebudayaan, sains, hingga filsafat, sangat dia kuasai sehingga banyak sarjana lain menghormatinya.
Sarjana Barat, seperti Gronemo Cardano dan Bacon menganggapnya sebagai pemikir ulung dalam sejarah dunia. Al-Kindi sangat pakar dalam bidang optik dan merupakan filsuf jenius bangsa Arab.
Saintis bernama lengkap Abu Yusuf Ya'kub bin Ishak Al-Kindi, dikenal oleh sarjana bangsa Barat dengan Al-Kindus. Dia lahir pada tahun 809 M di Kufah (sekarang dikenal dengan Arab Saudi). Dia keturunan suku Kindah, Arab Selatan. Keluarganya sangat terhormat karena ayahnya menjabat Gubernur Kufah pada masa Khalifah Al-Mahdi (775785 M) dan Ar Rasyid (786809 M).
Al-Kindi lahir di tengah keluarga yang sangat kaya dengan ilmu pengetahuan. Sejak masih kecil sebelum kepindahannya ke Basra untuk menempuh pendidikan, Al-Kindi telah menunjukkan kecerdasan dan minatnya yang besar pada ilmu dan teknologi.
Saat itu kota Basra terkenal sebagai tempat persemaian gerakan intelektual dan pusat ilmu pengetahuan yang berpengaruh. Sebuah kota yang menjanjikan harapan bagi para pembelajar ilmu. Kemudian, dia pindah ke Baghdad dan menyelesaikan pendidikannya di sana.
Al-Kindi hidup selama masa pemerintahan Daulah Ab-basiyah; Al-Amin (809813 M), Al-Ma'mun (813833 M), Al-Mu'tashim (833842 M), Al-Watiq (842847 M), dan Al-Mu'tawakkil (847861 M).
Dengan para khalifah tersebut, Al-Kindi menjalin hubungan erat, yang di kemudian hari mengantarkan dirinya mendapat dukungan yang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Sepanjang hidupnya, selain dikenal sebagai filsuf, Al-Kindi juga termasuk ilmuwan yang disegani. Selama abad ke-9 M, dia termasuk salah seorang yang gemilang namanya dalam dunia ilmu kimia dan ilmu fisika. Perpustakaan pribadinya, Al-Kindiyah, dipenuhi ribuan koleksi berbagai disiplin ilmu, yang merupakan sumber informasi pengetahuannya.
Karya-karya pemikiran Al-Kindi banyak menyoroti masalah logika dan matematika. Selain itu, dia juga menulis berbagai ulasan buku karya ilmuwan Aristoteles yang berbeda, di antaranya pengantar atau menulis tentang logika menurut pikirannya sendiri.
Menurut Al-Kindi, logika itu perlu untuk persiapan sebagai seorang filsuf, walaupun tidak terlalu penting dibandingkan pentingnya matematika. Menurut Al-Kindi, seseorang hendaknya jangan bercita-cita untuk mengetahui prinsip-prinsip pertama tentang segala sesuatu tanpa menguasai matematika karena penalaran matematis bagi Al-Kindi lebih fundamental dibandingkan dengan logika.
Al-Kindi memandang alam semesta ini terdiri atas sfera-sfera sepusat yang berputar di sekeliling bumi yang tidak bergerak. Di luar alam semesta ini, tidak ada kehampaan atau kepenuhan dengan benda. Pada pusat alam semesta itu juga, terletak bumi yang dikelilingi langit yang di luarnya adalah sfera-sfera dari unsur-unsur yang sederhana. Dari bumi ke arah luar, diatur menurut kepadatan. Sfera-sfera ini adalah air, udara, dan api. Pengaturan ini sesuai dengan alam fisis tiap unsur.
Al-Kindi berteori bahwa alam bumi dan air bergerak ke pusat bumi, sedangkan alam udara dan api justru menjauhinya. Kemudian, setiap unsur memiliki dua sifat. Api bersifat panas dan kering, udara bersifat panas dan lembap, air bersifat dingin dan lembap, sedangkan bumi bersifat dingin dan kering. Bagi Al-Kindi, keempat unsur sederhana itu berada diluar jangkauan hukum kehancuran karena sifatnya yang tidak dapat terbagi-bagi. Akan tetapi, tidak seperti halnya Aristoteles dan Ptolemeus, Al-Kindi yakin bahwa nasib terakhir unsur tersebut tetap berada di tangan Tuhan, yang akan membuatnya abadi selama Dia menghendaki demikian.
Dalam catatan biografi Al-KindiAl-Muntakhabterlihat bahwa dia merupakan orang pertama termasyhur di antara kaum muslim di bidang filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya, seperti tata bahasa, sastra, ilmu kedokteran, dan seni. Keutamaan-keutamaan yang jarang sekali terpadu dalam  diri seorang individu tunggal. Semua karya terjemahan, koreksi, ulasan, dan karya orisinal Al-Kindi Iainnya menjadikan dirinya sebagai penggerak ilmu pengetahuan hingga mencapai puncaknya sekarang ini.
Ia menjadi pelopor utama dalam memperkenalkan berbagai masalah metafisika, psikologi, etika, geometri, astronomi, fisiologi, optika, serta pendekatan yang berdasarkan metode logika dan ilmiah ke alam pikiran
muslim Arab.
Di bidang farmasi, Al-Kindi mencoba menetapkan bahwa efektivitas obat-obat campuran bergantung pada hubungan matematis antarbahan obat itu. Penjelasannya tentang warna langit yang biru memberikan perhatian yang besar. la juga memperlihatkan keaslian dan kebebasan berpikir dalam karya-karyanya.
Dalam buku De Subtilitate, Gronimo Cardano mencatat Al-Kindi di antara viri subtilitate praestantes. Dia berbagi kehormatan yang sama dengan nama-nama besar, seperti Al-Khawarizmi, Ptolemy, Euclides, dan Aristoteles.
Adapun dalam salah satu buku Roger Bacon, Opus Magus, dia mencatat bahwa Al-Kindi, seperti halnya ideus, mengukuhkan bahwa penglihatan tidak pernah menentukan jarak antara penglihatan itu dan objek yang terlihat, ataupun ukuran dari objek yang terlihat atau kedudukan serta situasinya kalau cahaya visual tidak lewat ke objek yang terlihat dan tidak atas objek itu, menangkap permukaannya serta mencakup berbagai ekstremitasnya.
Dibandingkan karyanya di bidang filsafat, sebetulnya berbagai karya ilmiahnya dalam bidang ilmu pengetahuan eksakta jauh lebih banyak. Oleh karena itu, banyak peneliti yang menganggap Al-Kindi hanya sebagai ilmuwan dan bukan seorang filsuf. Minatnya yang amat besar di bidang eksakta tidak diragukan lagi. Walau begitu, kita tidak meragukan sumbangannya dalam merintis filsafat muslim Arab.
Satu jilid yang sangat berguna mengenai karya-karyanya terbit di Baghdad bertepatan dengan peringatan 1000 tahun Al-Kindi yang diselenggarakan pada tahun 1962 dan dipersiapkan oleh Prof. Richard J .Me Carthy, S.J. berjudul at-Tasyanif al-Mansubah ila Faylasuf al-'Arab.
Buah Pemikiran Al-Kindi sebagai Saintis
Buah pemikiran Al-Kindi selalu ditunggu para kolega dan sesama ilmuwan di seluruh dunia. Berikut ini beberapa karya monumental Al-Kindi.
1.   Bidang astronomi: Risalah fi Masa'il Su'ila anha min Ahwal al-Kawakib (jawaban terhadap berbagai pernyataan tentang keadaan planet-planet), Risalah fi Jawab Masa’il Thabi'iyyah fi Kayfiyyat Nujumiyyah (pemecahan berbagai soal fisi tentang sifat-sifat perbintangan) dan Risalah fi anna Ru'yat al-Hilal la Tudhbathu bi al-Haqiqah wa innama al-Qawl fiha bi at-Taqrib (bahwa pengamatan astronomis Bulan Baru tidak dapat ditentukan dengan ketetapan mutlak), Risalah fi Mathrah asy-Syu'aa (tentang Proyeksi Sinar), Risalah fi Fashlayn (tentang musim panas dan musim dingin), dan Fi asy-Syu'a'at (tentang sinar bintang).
2.    Bidang Meteorologi: Risalah fi 'illat Kawnu adh-Dha- bab (tentang sebab asal mula kabut), Risalah fi Atsar alladzi Yazhharu fi al-Jaww waYusamma Kawkaban (tentang tanda yang tampak di langit dan disebut sebuah planet), Risalah fi 'illat Ikhtilaf Anwa'us Sanah (tentang sebab perbedaan dalam tahun-tahun), Risalah fi 'illat allati laba Yabrudu 'ala al-Jaww wa
Yaskhunu maqaruba min al-Ardh (tentang alasan mengapa bagian atas atmosfer tetap dingin, sedangkan bagian lebih dekat dengan bumi  tetap panas).
3.    Bidang Farmakologi: Risalah fi 'illat Nafts ad-Damm, tentang hemoptesis (batuk darah dari saluran pernapasan), Risalah fi Asyfiyat as-Sumum, (tentang obat penawar racun), Risalah fi 'illat al-Judzam wa Asyfiyatuhu (tentang penyakit lepra dan pengobatannya), Risalah fi 'Adhat al-Kalb al-Kalib (tentang rabies), dan Risalah fi 'illat Baharin al-Amradh al-Haddah (sebab igauan dalam penyakit-penyakit akut).
4.    Di bidang Geometri: Risalah fi 'Amal Syakl al-Mu- tawassithayn (konstruksi bentuk garis-garis tengah), Risalah fi Taqrib Watar ad-Da'irah (perhitungan yang mendekati dari daftar tali busur-tali busur sebuah lingkaran), Risalah fi Taqrib Qawl Arsyamidas fi Qadar Quthr ad-Da'irah min Muhithiha (perhitungan teori Archimedes yang mendekati mengenai besarnya suatu
diameter, yang diketahui dari kelilingnya).
5.    Di bidang llmu hitung: Risalah fi Madkhal ila al-Aritmathiqi (pengantar ilmu hitung), Risalah fi al-Kammiyat, al-Mudhafah (tentang jumlah relatif), Kitab fi al-Khalq an-Nusbiyah wa az-Zamaniyah (mengukur perbandingan-perbandingan dan masa), Risalah fi at-Tawhid min Jihat al-A'dad (keesaan dari segi angka-angka).
6.    Di bidang Logika: Risalatuhu fi Madkha al-Mantiq bilstifa al-Qawl fihi (pengantar lengkap logika), Risalah fi al-lbanah 'an Qawl Bathlimayus fi al-Awwal Kitabihi al-Majithi 'an Qawl Aristhathalis Ji Analuthiqa (penjelasan ulasan Ptolemy pada permulaan almagest, mengenai apa yang dikatakan Aristoteles dalam analitiknya), dan Ikhtisar Kitab Isaghuji li Farfuris (ringkasan Eisagoge Porphyry).

Al-Kindi meninggal pada tahun 252 H/866 M, suatu kematian yang sunyi. Sebagai seorang filsuf. Dia memang pencinta kesenyapan dan kearifan.

sumber: Edi Warsidi.2007. Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia. Bandung: ARMICO


Thanks You For Visiting | Jangan Lupa Comment ya....!